![]() |
| [Foto : Rumah Luka Milik Otek Yang di duga Ilegal] |
Korban yang hanya ingin mengobati luka diabetesnya justru mengalami tindakan yang jauh melampaui kewenangan seorang perawat, terlebih yang tidak memiliki Surat Izin Praktik (SIP). Tanpa pemberitahuan, tanpa persetujuan, dan tanpa dasar medis yang jelas, jari-jari kaki korban diduga diamputasi secara sepihak.
Tindakan nekat tersebut membuat luka korban memburuk. Luka berubah menjadi infeksi hebat, membusuk, dan mengancam nyawanya. Ketika keluarga kembali meminta pertolongan, Otek justru menghindar dan tidak mau bertanggung jawab, seolah ingin melepaskan diri dari tindakan yang sudah ia lakukan sendiri.
Keluarga kemudian membawa korban ke Puskesmas Cerme, namun kondisi sudah sangat kritis. Tenaga medis puskesmas bahkan meminta agar pihak yang melakukan tindakan awal dimintai pertanggungjawaban.Namun rumah luka ilegal tersebut tetap menolak memberikan penjelasan maupun pendampingan, membuat korban tidak mendapatkan perawatan lanjutan yang tepat.
Warga menyebut kasus ini bukan insiden pertama. Sebelumnya, warga Cerme Kidul berinisial K juga pernah menjadi korban dugaan salah penanganan di tempat yang sama. Praktik tanpa izin yang terus dibiarkan kini dianggap sebagai ancaman kesehatan publik.
Masyarakat mendesak Dinas Kesehatan Gresik, polisi, hingga aparat desa untuk menutup rumah luka ilegal itu, memproses hukum pelakunya, dan menghentikan praktik perawatan abal-abal yang telah merenggut nyawa.
“Kalau dibiarkan, akan terus ada korban berikutnya,” ujar salah satu warga dengan nada geram.
Dalam upaya mendapatkan pemberitaan yang berimbang, awak media mencoba melakukan konfirmasi langsung ke rumah luka milik Otek ,Kamis (04/12/2025) malam. Namun situasi berubah panas ketika tim media dihadang oleh seorang pria bernama Bambang, yang mengaku berasal dari salah satu LSM.
Ketika diminta menunjukkan identitas atau menjelaskan LSM apa yang ia wakili, Bambang tidak memberikan informasi apa pun. Sikapnya yang cenderung bergaya preman membuat upaya konfirmasi tidak dapat dilanjutkan,yang dalam hal ini pihaknya meminta agar tidak menggangu Otek .Sementara itu, Otek maupun pihak rumah luka tidak muncul dan tidak memberikan keterangan resmi.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak berwenang masih belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun desakan warga agar kasus ini tidak disapu di bawah karpet semakin kuat.
(Tim)
View


0 Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments